March 20, 2014

Prof. Yusril for President

Selamat malam..
Jumpa lagi dengan blogger semuanya yang sedang ngetik-ngetik atau searching-searching atau sekedar membaca blog saya.. :)

Beberapa hari lalu saya mengikuti sebuah seminar akademis yang dihadiri banyak tokoh politik dan yang menjadi nara sumbernya adalah beberapa tokoh yang mencalonkan dan dicalonkan menjadi Presiden Republik Indonesia. Saya sangat beruntung menjadi bagian dalam seminar tersebut, dan bersyukurnya lagi salah satu nara sumber dalam seminar tersebut adalah tokoh yang sangat saya kagumi sejak saya pertama kali memasuki bangku kuliah, beliau adalah Bapak Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra. Beliau pernah menjabat sebagai Menteri di eranya. Mungkin banyak tokoh lain yang juga menginspirasi banyak orang, tapi kekaguman saya kepada Prof. Yusril karena beliau sungguh amat kompeten di bidangnya, dan saya rasa semua yang mengenalnya juga setuju heheh..

Untuk sekedar informasi saya membuat tulisan ini sama sekali tidak terkait dengan pencapresan atau pencarian dukungan beliau sebagai Calon Presiden. Saya menulis ini atas dasar kompetensi beliau yang sangat menginspirasi saya sejak dulu. Dalam seminar tersebut hadir juga 6 tokoh politik yang sedang menjadi pembicaraan hangat di masyarakat antara lain Anies Baswedan, Gita Wirjawan, Rizal Ramli dan lainnya. Tapi perhatian saya tidak berpaling dari Prof. Yusril Ihza Mahendra. Maklum, saya sangat mengagumi beliau.

Salah satu kutipan beliau dalam seminar tersebut yang sangat menguatkan kapasitas beliau sebagai pakar hukum yaitu: “Dalam suatu birokrasi atau pemerintahan yang manakah yang anda pilih: Sistem yang kuat atau orang-orang yang baik di dalamnya? Kalau saya pilih sistem yang kuat. Mengapa? Karena sistem yang kuat dapat memaksa orang jahat menjadi baik, tetapi bila sistemnya lemah orang baik dapat dipaksa menjadi jahat”.

Saya sangat setuju dengan kutipan Prof. Yusril di atas. Bukan rahasia lagi bahwa bangsa kita sedang menunggu munculnya pemerintahan dengan sistem yang kuat. Apa yang telah terjadi (terutama permasalahan hukum) di negara ini memang dapat dikatakan sistem pemerintahan negara ini kacau. Saya pun sangat merasakannya. Maka dari itu Prof. Yusril ingin berkontribusi bagi negara ini untuk menegakkan sistem yang lemah di negara ini. Dalam kesempatan tersebut beliau dengan yakin memiliki modal kuat untuk mencalonkan diri sebagai pemimpin negara, berikut modal yang disampaikan beliau: Ilmu, Pengalaman, Keberanian, dan Integritas. Dan saya lagi-lagi sangat setuju dengan modal beliau menjadi pemimpin. Karena keempat modal tersebut sudah terbukti sebagai kontribusi beliau bagi negara ini. Kalau Prof. Yusril tidak jadi Presiden pun saya tetap yakin beliau akan terus memperjuangkan supremasi hukum dan keadilan bagi bangsa ini.


-Angelita-

No comments:

Post a Comment