November 8, 2013

Media dan SARA

Puji Tuhan malam ini saya dapat menulis blog lagi setelah sekian lama vakum karena kegiatan dan kesibukan. Memiliki blog sendiri rasanya menjadi beban tersendiri karena kita punya tanggung jawab untuk menulis sesuatu yang berguna atau bermanfaat bagi orang lain apalagi beberapa blog memiliki pembaca sendiri yang khusus membaca blog favoritnya. Saya pun merasa memiliki tanggung jawab untuk menulis sesuatu yang bermanfaat bagi orang-orang yang membaca blog saya. Semoga tulisan saya dapat menjadi berkat buat pembaca blog saya dan semoga menginspirasi salah satu dari anda. 


Akhir-akhir ini saya sering mendegar pemberitaan di media elektronik yang memiliki tendensi ke arah suku, agama, dan ras (SARA). Sekali dua kali dan sering kali pemberitaan media begitu mendiskreditkan objek pemberitaan yang mengarah pada propaganda. Saya pribadi sangat menyayangkan hal-hal seperti itu terjadi di era globalisasi dan modernitas di segala bidang saat ini. Kemajuan dan perkembangan zaman yang begitu cepat tidak serta merta memajukan dan membuka cara pandang dan pola pikir masyarakat pada umumnya. Terlebih media sebagai penyampai berita dan informasi tidak seharusnya menyampaikan informasi yang di dalamnya ada unsur propaganda, pencemaran nama baik, pendiskreditan SARA. 

Kita tahu bahwa masyarakat Indonesia saat ini sangat bergantung pada media terutama media elektronik yang sekarang dikemas dalam sebuah gadget. Yang saya lihat 7 dari 10 orang yang saya temui dalam 1 hari menggunakan gadget untuk keperluan aktivitasnya. Ketika situs berita online sebagai sumber berita menyampaikan berita atau informasi yang tidak netral dan tidak berimbang porsi beritanya maka secara tidak langsung akan memberikan pengaruh negatif kepada setiap orang yang mengakses situs berita tersebut atau orang yang menontonnya dari media televisi. Mengapa saya katakan pengaruh negatif? Karena hal itu akan menciptakan suatu cara pandang yang salah bagi orang banyak. Ketika 1 situs berita online atau 1 siaran berita di televisi ditonton 1 juta orang dalam 1 hari maka diprediksi setengah atau 500.00 orang yang tidak mengetahui faktanya akan dapat percaya begitu saja dengan suatu pemberitaan yang menyimpang, karena mereka pasti percaya bahwa berita itu adalah benar adanya karena sudah disampaikan dalam media elektronik. Dapat dibayangkan jika dalam beberapa hari berturut-turut media elektronik menyampaikan informasi yang mengandung unsur SARA, propaganda, pencemaran nama baik, dan lainnya, betapa banyaknya orang yang dipengaruhi pola pikir dan cara pandangnya akibat pengaruh negatif media. Para pengguna gadget / sosial media pun saat ini harus lebih selektif dalam menerima informasi atau berita. Pembentukan pola pikir dan cara pandang seseorang sangat dipengaruhi dari sikap seseorang dalam menerima apa yang masuk ke dalam dirinya. Jangan sampai di tengah era globalisasi dan modernitas saat ini masyarakat Indonesia masih berpandangan sempit dan termakan informasi bodong.

No comments:

Post a Comment