October 23, 2012

Penyertaan Tuhan Dalam Kesulitan..

Kerap kali kesulitan datang menghadang. Semua yang telah dipersiapkan dengan baik, apa yang telah dipikirkan secara matang, apa yang telah direncanakan dengan berbagai pertimbangan terkadang kenyataan yang berjalan itu terbalik. Apa yang sudah kita susun dengan rapi nyatanya buyar semua karena tidak tercapai. Orang-orang yang kita temui untuk merealisasikan rencana kita seolah (bahkan nyatanya) mempersulit keadaan. Bukan karena kita tidak mau berusaha, malah kita sudah berusaha sekuat tenaga. Bahkan ketika dalam satu hari apa yang kita lakukan tidak menghasilkan/mencapai apa yang telah kita rencanakan (dengan kata lain sia-sia). Semuanya seolah membuat putus harapan. Rasanya ingin lepas tangan dari ini semua. Karena hal seperti ini terjadi bukan 1 atau 2 kali, tapi seperti sering kali. Kenapa seolah kesulitan dan kegagalan terkesan akrab dengan diri kita. ’Mereka’ (red- kesulitan & kegagalan) kerap muncul dan menghadang di saat sedang merintis sebuah rencana dan saat mencoba menjalani semua rencana itu, ‘mereka’ ambil bagian dalam itu semua. *Sigh…* Cuma bisa bertanya dalam hati ‘kenapa jadi begini?’, ‘kenapa tidak sesuai harapan?’

Keputusan yang salah jika terus memikirkan sulitnya jalan yang harus ditempuh. Saya mencoba merenungkan semua yang terjadi (dalam kondisi setengah ‘hopeless’). Saya pun menyediakan waktu dan ruang khusus di hati dan pikiran saya untuk dapat berkomunikasi dengan Tuhan. Di dalam perenungan saya, saya mencoba melihat apa yang telah Tuhan kerjakan/perbuat dalam kesulitan yang saya alami. Karena tidak adil rasanya kalau saya tidak mengikutsertakan Tuhan dalam persoalan saya. Seakan Tuhan berbicara kepada saya (ini fakta – 3 kali saya mendengar suara Tuhan membisikkan telinga saya dengan sangat jelas dan menggetarkan hati saya). Tuhan mengatakan begitu banyak yang telah diperbuatNya sehingga saya tidak menyadarinya. Ooh God.. Saya pun tergerak untuk melihat dan menyadari pekerjaanNya:
♥ Dalam setiap aktivitas dan perjalanan hidup saya Tuhan selalu menyertai. Dia selalu menjaga saya (seperti layaknya anak kecil) agar saya tidak hilang dari pandanganNya. Dia selalu melindungi saya (seperti layaknya seorang ayah) agar saya terhindar dari yang jahat. Dia selalu mengajarkan saya (layaknya seorang guru) agar saya menjadi seorang yang bijak dan berhikmat. Dia selalu menolong saya ketika saya lupa meminta pertolonganNya (hanya Tuhan yang sanggup melakukan ini).
♥ Dalam setiap kesulitan dan kegagalan yang menghampiri saya, Tuhan tidak membiarkan saya sendirian. Dalam kegagalan yang pernah saya alami, Tuhan nyatanya memberi kekuatan untuk saya bangkit, Tuhan memberikan roh kudus yang menghibur saya agar saya tidak larut dalam kesedihan. Tuhan menjadi pengharapan terbesar saya ketika saya mengalami kegagalan (entah kenapa saya begitu percaya ketika saya gagal dalam suatu hal Tuhan telah menyiapkan kemenangan bagi saya yang tidak bisa direbut orang lain).
Ya, betapa banyaknya memang yang telah Tuhan perbuat tanpa saya sadari dan syukuri. Tak pernah bisa terselami jalan-jalan Tuhan dan keputusanNya tak bisa diselidiki (Roma 11:33). Tapi satu hal yang harus kita percaya dan imani bahwa ada rencana indah dalam hidup kita (Yeremia 29:11). Praise God!

16 Oktober 2012, Kampus USU.

Angelita

No comments:

Post a Comment