July 22, 2014

Kisah Satpam Tolak Uang Parkir

Beberapa hari yang lalu saya melihat suatu moment yang sangat berkesan bagi saya. Moment tersebut memang bukan suatu kejadian heboh atau peristiwa yang menggemparkan, tapi cukup menggugah hati nurani saya..

Beberapa hari lalu ketika saya melintas di sebuah jalan di daerah Monas saya menoleh ke sebuah kantor/gedung semacam klinik, dari pintu keluar gedung itu seorang satpam (security) sedang memandu pengendara mobil untuk keluar menuju jalan utama. Setelah seorang satpam (security) membantu si pengendara mobil kemudian si pengendara mobil memberikan uang (yang seharusnya tidak perlu karena di dalam gedung tersebut tidak dikenakan tarif parkir) kepada petugas satpam tersebut, dan ternyata si satpam menolak uang tersebut dengan melambaikan tangannya, si pengendara pun mencoba memberikan uang itu lagi dan ternyata ditolak satpam itu lagi, hingga akhirnya si pengendara mobil menutup kacanya dan pergi melaju. 
Mungkin hal tersebut bukan hal yang istimewa bagi orang lain, tapi bagi saya hal tersebut adalah suatu pembelajaran. Di zaman yang semakin sulit saat ini banyak orang yang menghalalkan atau melakukan segala cara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Seakan tidak puas dengan apa yang telah didapatkannya, sebagian orang mau menerima apa yang bukan menjadi haknya. Integritas dalam pekerjaan pun diabaikan. 

Kisah seorang satpam di atas secara tidak langsung mengajarkan kita bahwa pekerjaan sekecil atau serendah apa pun dapat membuahkan hasil yang besar jika kita melakukannya dengan penuh integritas. Tidak perlu menunggu sampai jenjang jabatan pekerjaan kita tinggi baru kita menunjukkan kejujuran dalam pekerjaan. Kejujuran dimulai sedini mungkin dan dari diri sendiri, jangan menunggu orang lain melakukannya dahulu atau menunggu ada teguran dari pimpinan kerja.  


Salam,
-Angelita-

No comments:

Post a Comment