July 25, 2013

Mau kuliah, Banyak pertimbangan..

Saat ini adalah masa liburan bagi segenap insan yang berhubungan dengan lembaga pendidikan tinggi. Baik bagi pendidik dan juga anak didik. Terutama bagi anak didik di tingkat perguruan tinggi alias mahasiswa, ini adalah libur panjang yang sangat menyenangkan. Tapi tidak bagi calon anak didik yang akan masuk jenjang perguruan tinggi. Saat ini adalah saat tersibuk bagi mereka dalam menentukan dan memutuskan kemana mereka harus menimba ilmu yang akan menjadi gerbang masa depan mereka. Saya bisa merasakannya, sangat tidak mudah. 

Memilih sekolah atau kampus yang sesuai dengan tujuan atau rencana atau impian sejak awal membutuhkan banyak pertimbangan. Apalagi jika harus ada intervensi dari orang tua atau orang yang berpengaruh terhadap pendidikan kita. Si anak akan merasa terbagi atau terpecah dalam mengambil keputusan. Banyak faktor atau kendala yang muncul saat dimana si anak memiliki pilihan yang berbeda dengan orang tua atau kerabat yang berpengaruh. Berikut adalah hal-hal yang muncul atau banyak dialami oleh anak yang akan memasuki jenjang perguruan tinggi alias para calon mahasiswa: 

  • Jurusan yang dipilih; Tidak sedikit para calon mahasiswa terjebak dalam jurusan yang akan dipilihnya. Mengapa saya katakan demikian? Contohnya, si anak yang memiliki bakat dan talenta di bidang seni sering tidak sepaham dengan orang tuanya. Orang tuanya ingin anaknya masuk jurusan yang lebih menjanjikan dalam bidang pekerjaan nantinya, tapi bakat dan kemampuan si anak yang menonjol tidak menjadi bahan pertimbangan. Orang tua bersikukuh menyarankan anaknya mengambil jurusan ekonomi misalnya. Sang anak pun menjadi bimbang dalam memutuskan jurusan yang diambilnya. Contoh lain, ketika mengisi formulir yang berisi kolom jurusan si anak merasa bingung. Mengapa saya katakan demikian? Si anak bingung karena ia sendiri tidak mengetahui kemampuan atau bakat apa yang menonjol dalam dirinya. Dari 20 jenis jurusan yang ditawarkan si anak tidak memiliki ketertarikan pada salah satu jurusan. Hal itu sangat memprihatikan. Sampai jenjang perguruan tinggi si anak tidak merasa memiliki bakat atau kemampuan yang menonjol. 
  • Biaya pendidikan; Hal ini menjadi salah satu pertimbangan paling penting dalam meneruskan jenjang pendidikan terutama perguruan tinggi. Sudah sangat familiar rasanya bahwasannya perguruan tinggi berbasis negeri di negara kita menetapkan biaya pendidikan yang fantastis besar dengan alasan untuk biaya pangkal, biaya operasional, biaya perawatan gedung, biaya sarana dan prasarana dan sebagainya. Padahal perguruan tinggi negeri (PTN) sesungguhnya adalah salah satu solusi bagi calon mahasiswa yang memiliki dana terbatas. Perguran tinggi swasta (PTS) juga menjadi alternatif bagi calon mahasiswa yang memiliki dana yang bisa disesuaikan dengan alasan PTS memiliki kelebihan dan keunggulan dimana PTN tidak memilikinya. Orang tua juga harus selektif jika ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. 
  • Jarak / lokasi kampus; Hal ini juga yang harus dipikirkan bagi calon mahasiswa. Orang tua terkadang melarang anaknya untuk memilih sekolah atau kampus di luar kota, dengan pertimbangan si anak akan sulit untuk diawasi. Dan banyak hal lain yang yang menjadi kekuatiran orang tua ketika anaknya berada jauh di luar kota. Untuk menjawab kekuatiran orang tua, si anak tidak perlu ngotot untuk meyakinkan orang tuanya bahwa ia sanggup tinggal jauh dari keluarga. Orang tua pun harus selektif kalau ingin menyetujui anaknya yang akan memilih sekolah di luar kota. Karena hal ini juga berhubungan dengan biaya yang lebih besar dibanding lokasi sekolah si anak jika berada di dalam kota. 
Hal di atas adalah yang paling bayak terjadi dan ditemui anak-anak yang akan memilih sekolah jenjang perguruan tinggi. Untuk orang tua dan anak harus sama-sama peka terhadap kebutuhan dan kondisi satu sama lain. Orang tua penting mempertimbangkan pendapat dan kebutuhan anak. Demikian juga si anak pun harus memikirkan kondisi dan saran dari orang tua agar anak tetap bisa meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih baik.


-Angelita-

No comments:

Post a Comment