January 16, 2013

2012 bersama Tuhan

Salam sejahtera..

Tahun 2012 adalah tahun penuh makna dalam kehidupan pribadi saya. Saya begitu merasa diberkati Tuhan sepanjang tahun 2012 (bukan berarti saya tidak mensyukuri berkat Tuhan di tahun-tahun sebelumnya). Yang mau saya bagikan disini adalah pengalaman spiritual saya bersama Tuhan di tahun 2012. Tahun 2012 saya merasa Tuhan benar-benar membentuk saya seturut kehendakNya. Tuhan juga menguji iman saya apakah saya benar-benar percaya kepadaNya, apakah saya benar-benar taat kepadaNya, dan apakah saya benar-benar mengasihiNya..

Menjelang tahun baru saya mencoba merenungkan apa yang telah saya alami dan campur tangan Tuhan dalam hidup saya selama 12 bulan ini:

1. Lewat Firman Tuhan saya semakin mengenal Yesus lebih dalam. 

Saya belum pernah merasakan se-intens ini membaca alkitab selama tahun 2012. Di tahun-tahun sebelumnya saya lebih merasa kewajiban saya untuk membaca Firman Tuhan. Tapi di tahun 2012 saya merasa Fiman Tuhan adalah kebutuhan rohani saya. Saya membutuhkan jawaban Tuhan dari setiap pertanyaan dan keluh kesah saya, saya membutuhkan tuntunan Tuhan dalam setiap langkah saya, saya ingin bukan saya saja yang berbicara tapi Tuhan juga berbicara kepada saya. Dan dalam Alkitab saya menemukan jawabanNya. Bisa saya rasakan betapa Tuhan merespon saya melalui firmanNya. Apa yang tidak pernah saya ketahui sebelumnya ternyata telah ditetapkan Tuhan dalam firmanNya. Salah satu firmanNya yang telah membuka jalan bagi saya adalah “bagi Allah tidak ada yang mustahil”.

2. Lewat hambatan dan kesulitan, Tuhan menjadi sumber pengharapan saya satu-satunya.

Tidak mudah melewati tahun 2012 begitu saja. Di awal tahun saya sudah dihadapkan pada banyaknya kesulitan dan hambatan dalam proses penyelesaian studi saya. Tidak jarang rasa keputus-asaan melanda hati dan pikiran saya. Terbersit beberapa kali rasanya ingin menyerah. Tapi Tuhan tidak membiarkan saya sendiri, Dia selalu mengingatkan saya untuk tetap berpengharapan kepadaNya. Saya tahu Dia sedang menguji seberapa besar pengharapan saya kepadaNya. Dan di akhir tahun 2012 pengharapan saya berbuah sukacita, Tuhan menggenapi janjiNya.

3. Lewat pergumulan dan masalah, Tuhan membuat saya lebih dekat denganNya.

Tahun 2012 adalah salah satu tahun terberat yang saya jalani. Hari demi hari berlalu begitu cepat, terkadang saya menyesali hari berlalu dimana pencapaian dan target saya tidak terwujud. Munculnya masalah di luar lingkup pemikiran saya pun menambah beban pergumulan. Terkadang masalah yang muncul di luar kendali kita, datangnya dari orang lain yang membuat saya harus mengambil keputusan yang tidak masuk akal. Tapi saya sangat bersyukur dengan Tuhan izinkan saya mengalami pergumulan dan mendapat masalah membuat saya lebih dekat dengan Tuhan. Detik, menit, hari, minggu, dan bulan-bulan yang saya jalani seakan Tuhan menjadi keluarga baru terpenting dalam hidup saya. 

4. Lewat kegagalan Tuhan inginkan saya tetap berserah pada kehendakNya.

Banyaknya pencapaian dan target yang tidak terwujud tepat waktu menimbulkan perasaan gagal dalam diri sendiri. Walaupun usaha sekuat tenaga telah dilakukan ternyata hasilnya tidak sesuai ekspektasi sendiri. Dari situ saya belajar bagaimana menerima kehendak Tuhan dalam hidup saya. Karena ada tertulis bahwa rancangan manusia bukanlah rancangan Tuhan tapi rancangan Tuhan pasti mendatangkan kebaikan bagi yang percaya padaNya. Memang kecewa jika apa yang kita rencanakan tidak terwujud. Tapi saya belajar untuk menjadi anak Tuhan kita harus mengizinkan Tuhan yang mengendalikan hidup kita, bukan keinginan duniawi kita. Salah satu pengalaman di saat-saat masa sulit saya, untuk mencapai target yang sudah saya rencanakan saya berusaha keras mengerjakannya, semua kemampuan dan pikiran saya keluarkan untuk mencapai itu semua. Tapi apa yang terjadi.. Apa yang saya kerjakan tidak membuahkan hasil, batas waktu yang menjadi target lewat begitu saja. Saya benar-benar merasa putus asa dan kehabisan akal. Saya pun merenung beberapa hari dan meminta solusi dari Tuhan. Dalam doa dan keluh kesah saya ternyata Tuhan begitu cepat menjawab saya. Tidak saya sangka, Tuhan sedang menegur saya. Yang Tuhan inginkan saya mengandalkan Tuhan dan berserah kepadaNya. Selama ini saya memang mengandalkan kemampuan saya yang sangat terbatas dan mencoba berjuang sendiri. Tuhan menyadarkan saya bahwa hikmat dan pengetahuan datangnya dari Tuhan. Jadi tidak ada gunanya mengandalkan kekuatan sendiri, karena itu hanyalah kesia-siaan. Berserahlah pada kehendakNya, Tuhan pasti memampukan kita menjalani apa yang sudah ditetapkanNya bagi orang-orang yang percaya kepadaNya. Tuhan Yesus memberkati.

My Room, 31 Desember 2012

No comments:

Post a Comment