November 13, 2012

Ibadah atau Tempat Ibadahnya?

Shalom dear blogger.. 

Adakah diantara kalian yang sedang dalam persoalan atau pergumulan tentang bagaimana memilih persekutuan yang tepat? karena anda tergerak untuk bergabung dengan teman-teman yang sudah lebih dulu ikut persekutuan. Atau anda mengalami panggilan Tuhan untuk melayani Tuhan.. dan saat ini bimbang dimana seharusnya melakukan pelayanan? atau saat ini belum melabuhkan hati untuk beribadah di satu gereja yang tetap? Begitu banyak alasan yang menjadi penghambat untuk bersekutu dengan Tuhan. Tidak pergi ke gereja karena suatu alasan yang tidak prioritas atau keperluan yang tidak penting, atau ada yang sedang dalam pergumulan dikarenakan ibadah di gerejanya tidak ‘hidup’?, atau merasa tidak sesuai dengan kultur/tata ibadah gerejanya?, atau merasa ibadah di gerejanya tidak mengalami pertumbuhan iman? Dan banyak lagi alasan yang menjadikan persoalan mengapa seseorang atau banyak orang tidak beribadah ke gereja..

Saya ingin share apa yang menjadi keyakinan saya berdasarkan pengalaman saya (jika saya salah mohon dibenarkan dengan alasan yang benar juga).
 Ibadah itu hal kesiapan dan kemurnian hati, jangan membandingkan denominasi gereja. Sebelum pergi beribadah, kita hendaknya mempersiapkan hati dan pikiran kita dari rumah dengan tujuan ingin bersekutu kepada Tuhan. Jika itu kita lakukan Tuhan pasti akan mengurapi kita saat ibadah di gereja manapun kita berada saat itu. 
 Tiap-tiap hamba Tuhan (pendeta/yang menyampaikan Firman Tuhan) diberi karunia dan talenta yang berbeda-beda dalam menyampaikan Firman Tuhan. Janganlah membandingkan hamba Tuhan yang satu dengan yang lainnya secara subyektif, tapi cobalah memahami Firman Tuhan yang disampaikannya. Karena tiap-tiap jemaat juga diberi karunia yang berbeda-beda untuk dapat memahami Firman Tuhan (ada yang cepat paham, ada yang harus berulang-ulang membaca ayat alkitab, dan lainnya). Maka dari itu hendaklah kita mempergunakan karunia yang ada pada kita untuk memperoleh hikmat dari Tuhan. 
 Jika kita melihat/menemukan sesuatu yang tidak layak dihadapan Tuhan, perbaikilah. Karena kita bertanggung jawab untuk menguduskan rumah Tuhan. Jika itu mengarah pada seseorang/jemaat, tegurlah ia di dalam kasih. Walaupun kita seorang yang muda tidak ada yang berhak merendahkan kita (1 Tim 4:12), bahkan kita harus dapat menjadi teladan dalam perkataan maupun tingkah laku kita. 
 Jika kita merasa tidak sesuai dengan kultur/tata ibadah di gereja itu, kita tidak dilarang memilih persekutuan dimana iman kita bisa bertumbuh. Karena, bagaimanakah iman itu bisa berakar jika tidak mengalami pertumbuhan dan tanpa pertumbuhan iman tidak dapat berbuah.
 Tapi ingatlah gereja adalah tempat ibadah, sedangkan ibadah adalah persekutuan kita dengan Tuhan. Jadi manakah lebih penting: ibadah atau tempat ibadahnya?
Saudara terkasih semoga melalui karunia dari Tuhan yang ada pada kita masing-masing, kita dapat memahami betapa ibadah sangat kita perlukan untuk pembentukan dan pertumbuhan iman kita. Bijak lah dalam menentukan dimana kita harus mengasah/mempertajam iman kita. Penting bagi iman kita untuk tertanam dan bertumbuh dalam satu gereja, agar kita tidak mudah terpengaruh oleh rupa-rupa pengajaran yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. -1 Tim 6:6- 

God ♥Bless You

Angelita

No comments:

Post a Comment