November 5, 2012

EQ,SQ,IQ menurut Alkitabiah

Good day, my virtual friends…

Saya mau share sesuatu yang menarik saat saya mendengarkan khotbah yang disampaikan hamba Tuhan di gereja hari minggu kemarin. Firman Tuhan yang menjadi topik/tema minggu itu sangatlah biasa dan saya sudah sangat sering membacanya sejak saya duduk di bangku sekolah. Tapi yang menjadi tidak biasa saat Firman Tuhan tersebut menjadi inspirasi/cikal bakal/pionir munculnya standarisasi pengukuran kecerdasan seseorang yang banyak dilakukan oleh lembaga/instansi/perusahaan. Ini hal yang menarik saya rasa. Di bawah ini saya uraikan sebuah Firman Tuhan yang saya catat dalam ingatan saya dan saya jabarkan sesuai dengan karakter tulisan saya.. 

Firman Tuhan dari kitab Matius 22:37
“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu”.

Tahukah kita kenapa ayat di atas menjadi Hukum yang terutama dan pertama? Mengapa ayat di atas begitu penting untuk diketahui manusia? Mengapa ada 3 unsur? 

‘Dengan Segenap Hatimu’ (Emotional Quotient

Unsur ini sangat berkaitan dengan emosi. Mengapa hati terkait dengan emosi? Jika kita tidak dapat mengendalikan hati kita, maka tindakan kita akan dikuasai emosi. Saat ini dikenal istilah Emotional Quotient atau Kecerdasan Emosional. Kecerdasan emosional adalah kemampuan dalam hal pengendalian diri sendiri, kemampuan untuk memotivasi diri sendiri, mampu menghadapi frustrasi, kesanggupan untuk mengendalikan dorongan hati dan emosi, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan kemampuan berpikir. Kita harus ingat bahwa kecerdasan emosional yang kita miliki adalah pemberian Tuhan. Walaupun kita mampu melatih diri untuk mengembangkan kecerdasan emosional kita, ingatlah itu karunia Tuhan bukan usaha kita. Jika Tuhan telah memberikan nya pada kita, sudah selayaknya kita menghargai pemberianNya terutama mengasihi sang pemberi karunia. Kita harus lebih mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati karena Dia telah memberikan hati pada kita untuk bisa merasakan berbagai macam perasaan yang terjadi. 

‘Dengan Segenap Jiwamu’ (Spiritual Quotient)

Unsur ini sering dikaitkan orang dengan suatu yang spritual. Mengapa jiwa berhubungan dengan spritual? Mari kita lihat penjelasan singkat ini. Saat ini dikenal dengan istilah Spritual Quotient. Sering orang memahami seseorang yang memiliki Spritual Quotient cakap dalam agamanya, ini tidak selalu terjadi dan tidak harus selalu dikaitkan. Spiritual Quotient atau Kecerdasan Spiritual adalah kecerdasan jiwa yang dapat membantu seseorang membangun dirinya secara utuh. Kecerdasan spiritual adalah kemampuan yang berasal dari jiwa seseorang, mencoba melihat makna yang terkandung di dalam setiap kejadian/permasalahan, serta menyelesaikannya dengan baik agar memperoleh ketenangan dan kedamaian hati. Kecerdasan spiritual membuat individu mampu memaknai setiap perbuatannya sebagai ibadah yang berkenan bagi Tuhan. Menurut penelitian-penelitian di bidang neurologi, kecerdasan spiritual justru punya tempat di dalam otak manusia. Dengan kemampuannya untuk mengalami pengalaman-pengalaman spiritual, seperti melihat Tuhan. Tentu saja maksudnya adalah ketika seseorang menyadari kehadiran Tuhan di sekitarnya atau merasakan panggilan Tuhan kepada dirinya. Manusia yang memiliki tingkat spiritualitas tertentu yang dapat mengalami hal tersebut. Semua jenis kecerdasan/kemampuan adalah karunia Tuhan. Sekalipun itu kemampuan spiritual (manusia tidak mendapatkannya dengan cara berlatih atau meditasi/bertapa). Sekali lagi itu adalah pemberian Tuhan. Tidak ada manusia yang tidak memiliki kemampuan spiritual, karena setiap manusia dilengkapi Tuhan dengan jiwa. Sadarlah kita diberikan jiwa oleh Tuhan Allah untuk dapat merasakan hadiratnya dalam diri kita. Jika orang lain dapat merasakan kehadiran Tuhan bahkan melihat mujizat-mujizat Tuhan yang terjadi dalam dirinya, kenapa kita tidak bisa.. Yang terpenting dari itu kita harus lebih mengasihi Tuhan dengan segenap jiwa. Karena Dia lebih dulu mengasihi dengan memberikan karuniaNya pada kita yaitu jiwa supaya kita dapat merasakan hadiratNya dalam hidup kita. 

‘Dengan Segenap Akal Budimu’ (Intelligence Quotient)

Unsur akal budi disamakan dengan pikiran (mind). Kemampuan berpikir manusia disebut juga Intelligence Quotient. Kecerdasan manusia dalam kemampuan untuk menalar, merencanakan sesuatu, kemampuan memecahkan masalah, memahaman ide/gagasan, berfikir-menganalisa, dan lainnya. Dogma bahwa IQ adalah kemampuan/kecerdasan bawaan lahir adalah salah, karena kenyataannya bahwa IQ bisa meningkat dari proses pembelajaran/latihan. Tapi terlebih dari itu semua kemampuan/kecerdasan datangnya dari Tuhan. Karena takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan. Janganlah ada orang yang bermegah dengan pengetahuannya, tapi Kasihilah Tuhan Allah dengan segenap akal budimu karena dari Dia lah datangnya pengetahuan.

Jika dalam 3 unsur kemampuan/kecerdasan di atas ada Kasih di dalamnya, maka kemampuan/kecerdasan yang kita miliki tidak akan sia-sia, bahkan menjadi berkat bagi banyak orang karena kita telah beroleh kasih karunia dari Tuhan. Maka dari itu kita harus mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati, segenap jiwa dan dengan segenap akal budi. Karena ada tertulis.. Amsal 2:10-11 “Karena hikmat akan masuk ke dalam hatimu, dan pengetahuan akan menyenangkan jiwamu; kebijaksanaan akan memelihara engkau, kepandaian akan menjaga engkau”.

God ♥Bless You

Angelita

No comments:

Post a Comment